Bismillah, tulisan ini (tulisan lainnya juga sih) dibuat sebagai pengingat dan renungan demi masa depan kita yang barokah dunia & akhirat. Iya, kita.
Mau ngomongin sesuatu yang dicari-cari semua orang, diomongin tiap hari, diperjuangkan sampe lupa waktu, lupa teman, lupa diri. Namanya, Rezeki. Inspirasinya dari rekaman ceramah ustadz Salim A Fillah di youtube, monggo dilihat sendiri. Menurut saya isinya bagus, banyak substansinya, mind blowing, keren, menusuk, nendang, menampar (kok makin sadis). Langsung saja, disajikan dalam bentuk poin-poin biar lebih straight forward.

1. Rizki kita sudah dijamin oleh Allah, tidak akan meninggal kita hingga telah kita terima semua rizki yang telah Allah telah tetapkan sejak kita di kandungan.

“Sesungguhnya, Ruhul Qudus (malaikat Jibril) membisikkan dalam benakku bahwa jiwa tidak akan wafat sebelum lengkap dan sempurna rezekinya. Karena itu, hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencarianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat, janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.” (Hr. Abu Dzar dan al-Hakim)

2. Yang salah itu kalo kita memaknai satu-satunya rizki adalah gaji (angka-angka) dan satu-satunya jalan rizki adalah pekerjaan. QS (At thalaq : 2-3)

3. Tugas kita adalah menyempurnakan ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan cara yg makruf untuk menjemput rizki, Itu yang bernilai di sisi Allah. Mungkin kita tidak tahu rizki kita tapi rizki kita tahu dimana kita. Kecepatan rizki mendatangi kita jauh lebih cepat dari pada kecepatan kita menjemputnya.

4. Bekerja adalah sebagai bentuk syukur kepada Allah atas karunia-karunia Nya. Harus ikhlas (karena Allah), harus ihsan (beyond the expectation), harus Ithqan (sungguh-sungguh, dan optimal sesuai jobdesk kita).

5. Rizki yang dijemput dengan ikhlas, ihsan dan ithqan akan menumbuhkan keberkahan; kebutuhan cukup, rumah tangga tenang, anak yang sholeh dan penurut, mudah menerima nasihat, mudah beramal sholeh dsb.

Kenapa judulnya “demi masa depan”? Karena menurutku 5 poin (yang aku tangkap) dari ceramah itu sangat mempengaruhi kualitas dan orientasi hidup kita ke depan. Dari pintu menjemput rizki itulah kebahagiaan, keberkahan hidup, kekokohan rumah tangga, kualitas anak cucu, kebermanfaatan untuk sesama hingga ketaatan kepada Allah ditentukan. Jika salah memaknai dan melaksanakannya, akibatnya bisa panjang hingga ke akhirat.

Semoga Allah selalu membimbing kita.

Advertisements