​

“Mata ini dicipta utk melihat ke sekitar, namun hanya hati bening yg bisa memantulkan bayangannya ke dalam jiwa sendiri.” (Cak Yoyon)

Prof. Nur dosen (penguji) saya, saat mengisi materi ONDIF 1 Forsis bercerita tentang bagaimana beliau menemukan ide hingga lahirlah distribusi baru yg beliau beri nama “neo-normal”. Ternyata saat itu beliau terinspirasi dari balon yang ditekan-tekan oleh anak beliau sewaktu menemaninya bermain.

Prof. Khoirul Anwar, terinspirasi dari film dragon ball yang beliau tonton sewaktu kecil hingga lahirlah konsep dual FFT yang menjadi prinsip dasar teknologi 4G LTE.

Beberapa contoh lain seperti saat tahun 1986, Geoff Hinton dkk mempopulerkan backpropagation yang menghidupkan kembali penelitian tentang neural network setelah terhenti sejak tahun 60-an karena konsep perceptron yang tidak scalable dan dianggap tidak berguna oleh para peneliti. Sekarang, ekstensi dari NN, yakni deep learning, malah menjadi topik paling hangat dan metode paling powerful dalam AI yang melahirkan banyak teknologi bermanfaat dan revolusioner macam NLP, machine translation, speech recognition, image processing, self driving car dll. Idenya, dari kerja saraf otak manusia yang sebenarnya ada dalam ranah ilmu biologi.

Benang merahnya, mereka mampu melihat sesuatu lebih dari yang orang biasa lihat.

Al Quran punya istilah untuk orang2 seperti itu, namanya ulul albaab (QS 2: 269). Artinya orang yang berakal sehat yang bisa mengambil pelajaran. 

Semoga kita termasuk ulul albaab yang mampu menyehatkan akal kita agar Allah berkenan memberikan hikmah untuk memandang segalanya dengan lebih arif dan bijaksana. Lebih-lebih mampu memberikan karya yang bermanfaat seperti beliau2 diatas.

Advertisements