Biasanya, tim yang baik berisi orang dengan sifat yang berbeda bahkan kontras. Tetapi perbedaan itu justru yang membuatnya menjadi sempurna.

Misalnya, nabi Musa merasa perlu dibantu oleh kakaknya nabi Harun sang public speaker handal, karena walaupun kuat akal dan fisiknya, nabi Musa tak pandai bicara.
Sahabat utama yang menyertai perjuangan Rasulullah juga punya sifat yang kontras. Di kubu lembut ada Abu bakar yang mudah tersentuh dan Utsman yang pemalu sampai malaikat pun malu kepadanya. Di kubu sebaliknya, keras dan tegas, ada Umar si juara gulat yang pemberani yang setan pun lari jika bertemu dengannya. Serta Ali, anak muda yang enerjik, cerdas dan pemberani pula. Sifat mereka kontras, tp justru menjadi kekuatan karena saling melengkapi.
Sir conan doyle sepertinya sependapat juga dengan hipotesa ini, dia menambahkan sosok dr. Watson untuk melengkapi sherlock yang suka berfikir deduktif dan cepat dalam memecahkan kasus2nya sehingga kisah2 fiksi holmes terasa lengkap.
Pelajarannya, sevisi tidak harus sama semua dalam sikap dan tindakan. Yang lebih penting adalah pandai mengambil dan memainkan peran, tak perlu dipaksa sama. Ada yang menanam, ada yang menyiram perlu juga yang bisa memberantas hamanya. Yang penting visinya sama, bisa panen.
Semoga Allah menguatkanmu, dzurriyat Rasul..!

Advertisements