Hari ini kita memperingati hari guru nasional, saya rasa ini hari penting dan worth it untuk diperingati dan kemudian direnungkan hikmahnya.

Saya, dan saya yakin hampir seluruh orang sukses pasti atas jasa guru, entah itu dalam wujud/makna guru sebagai profesi ataupun makna substansinya.

Saya sendiri yang belum banyak kesuksesan yang saya raih, punya deretan nama guru yang saya jadikan inspirator dan panutan hingga sekarang, tanpa menafikkan peran guru-guru lain yang memberi pelajaran dalam perjalanan hidup saya.

Dari sederatan guru-guru yang berjasa dalam hidup, ada satu sosok yang paling berpengaruh dalam hidup saya. Dia adalah ibu. Beliau tidak punya gelar tinggi, bahkan hanya punya ijazah SMP karena Ibu memutuskan berhenti sekolah dan menjadi full time mother setelah dipinang bapak sewaktu masih kelas 1 SMA.

Beliau dengan segala keterbatasannya adalah guru yang asyik jika ditanya soal shirah, tetap nyambung jika diajak belajar bahasa inggris dan selalu memuaskan saat ditanya wawasan umum sampemurusan bola juga tetap nyambung. Beliau adalah teman belajar terbaik di masa-masa kecil saat rasa ingin tahu (baca: kepo) sedang tinggi-tingginya. Bahkan sampe sekarang, masih bijak saat diajak berembug dan dimintai pertimbangan dari hal yang remeh sampai hal yang penting dalam hidup saya.

Beliaulah yang tanpa saya sadari telah menanamkan sebuah mindset dahsyat dan sangat berharga, “cintailah islam, maka kamu akan selamat” yang masih saya coba praktikkan meski sering lalai.

Ibu, entah beliau sadari atau tidak, entah beliau rencanakan atau tidak, cerita-ceritanya, nasihatnya, keputusan-keputusan yang beliau ambil dan segala perilakunya mengajarkan banyak hal penting dalam hidupku hingga aku menjadi seperti yang sekarang.

Terima kasih guru-guruku

Advertisements