Ada 2 tipe makhluk Allah yang diabadikan dalam Al Quran. Tipe pertama adalah contoh untuk kebaikan dan tipe kedua adalah contoh untuk keburukan.Tipe pertama adalah makhluk Allah yang mulia, dan tipe kedua tentu sebaliknya. Diantara banyak makhluk Allah yang mulia, tidak semua berkesempatan diabadikan kisahnya dalam Al Quran. Salah satu yang mendapat kesempatan mulia itu adalah semut.

Apa yang membuat kisah semut diabadikan dalam Quran yang setiap hurufnya bernilai sepuluh kebaikan? Mari lihat di QS. An Naml : 18. Ayat itu bercerita bahwa ada seekor semut berkata kepada kawan2nya untuk berlindung ke dalam sarang agar tidak terinjak oleh nabi Sulaiman dan bala tentaranya yang akan lewat. Ketemu jawabannya? Ya, jawabannya adalah karena sikap PEDULI SESAMA. Semut mulia “hanya” karena sikap itu.
.
Jadi, jika kita tidak dikaruniai kekuatan yang besar, fisik yang kuat, harta yang banyak atau kedudukan yang tinggi. Cukuplah menjadi mulia dengan PEDULI SESAMA, seperti semut.

Advertisements