Kos Quran, bagi anak ITS istilah itu mungkin sudah tidak asing. Kos quran atau KQ adalah hunian atau kos-kosan yg tidak hanya menawarkan tempat tinggal saja tapi juga pembinaan keislaman kepada penghuninya. Saat ini konon sudah ada 17 unit di sekitar ITS. Mashaa Allah. Alhamdulillah Allah memberi kesempatan kepadaku 2 tahun tinggal di tempat ini. Saya yang sekarang sedikit banyak dipengaruhi oleh gemblengan di tempat ini. Sekarang saat sudah hampir 3 tahun keluar dari sana, tiba-tiba rindu dengan KQ beserta perangkat-perangkatnya. Maka tulisan ini dibuat dalam rangka mengenang dan menumbuhkan kembali nilai-nilai dan semangat santri KQ.

Fakta tentang KQ

Ada banyak hal yang bisa diulas dari KQ. Tetapi, kali ini saya akan mengulasnya dalam 3 hal. Kegiatan, santri dan nilai-nilai yang ditanamkannya. Dan karena saya tinggal di kos quran 9 (Darul Fataa) maka tulisan ini berisi tentang kq 9 sehingga bisa saja ada yang berbeda dg KQ yg lain.

Kegiatannya

–  Pembinaan ba’da shubuh

Ini adalah agenda utama dan wajib diseluruh unit KQ. Para santri (sebutan untuk penghuni) wajib mengikuti agenda ini. Kalo tidak mengikuti tanpa izin akan dipanggil sama SPV (bisa dibilang penanggungjawab), bila lebih dari 3 kali akan diberi SP hingga dikeluarkan (ini beneran, sudah ada kobannya hehe). Sesuai namanya, acara berlangsung setelah sholat shubuh berjama’ah hingga pukul 06.00 setiap hari kecuali hari ahad. Materi pembinaan berbeda tiap harinya. Seingat saya dulu agendanya adalah:

Senin : kajian rutin yg diisi oleh santri, bergiliran tiap kamar. Materi sudah dipilihkan oleh SPV

Selasa, Rabu : Tilawah dan al ma’surat bareng

Kamis : Tahsin dan hafalan, biar kalo jadi imam ga malu2in bacaan sama hafalannya

Jumat : Kajian ust Mudzofar di Al Uswah

Ahad : Free, biasanya diisi dengan futsal di lapangan PENS. Kenapa di lap. PENS? Karena gratisss!!! Itu saja. 😀

–  Sholat berjamaah

Ini juga salah satu kurikulum wajib di seluruh unit KQ. Ga cuma sholat berjamaah saja, tapi juga harus di awal waktu dan di masjid/musholla 5 waktu. Maka, saat waktu sholat, setiap masjid/musholla di dekat KQ biasanya penuh oleh anak2 muda santri KQ. Pemandangan yang keren.

–  Mentoring

Seminggu sekali santri harus ikut mentoring. Kalo yang sudah punya kelompok dibiarin ikut kelompoknya klo yang belum punya akan dicarikan dan biasanya digabung jadi satu

–  Family meeting

Ini adalah agenda ukhuwah sekaligus musyawarah seluruh santri. Dilaksanakan saat ada keputusan atau hal yang menyangkut hajat hidup para santri dan kontrakan. Misal evaluasi, tentang keuangan atau perihal kontrakan

–  Family trip

Ini agenda yang paling sedikit diikuti oleh santri, karena cuma sekali setahun dan waktunya biasanya pas liburan. Para santri banyak yang pulang atau ngurusi amanahnya.

–  Piket

KQ 9 terdiri dari 2 lantai dengan 16 kamar, 4 kamar mandi, 2 tempat berkumpul, 1 balkon, 1 teras, 1 tempat nyuci, 1 gudang dan tempat parkir. Dihuni oleh sekitar 30 orang. Bayangkan berapa besar potensi sampah yang dihasilkan tiap harinya. Untuk menjaga ruang segede itu agar tetap bersih dan rapi, dibuatlah jadwal piket. Tiap kamar pasti kebagian piket nyapu dan buang sampah seminggu sekali dan piket kamar mandi 2 minggu sekali. PJ piket tiap lantai pun dibentuk untuk memastikan tiket berjalan (biasanya dipilih orang yang tegas dan cerewet wkwk). Tak heran, kos quran 9 termasuk kosan yang bersih dan rapi (versi saya) baik ruangan maupun kamar mandinya dibanding kosan mahasiswa pada umumnya J

–  Kerja bakti

Karena luas dan banyak orangnya, piket rutin kadang masih belum mengcover semua ruangan tetap bersih. Maka diadakanlah kerja bakti sebulan sekali biasanya. Seringkali dilaksanakan ahad pagi dan harus selesai sebelum pkl 7 (biar ga ganggu kegiatan santri diluar). Yang asyik dari kerja bakti ini biasanya ditutup dengan sarapan gratis dari SPV :v. *rejeki anak sholeh

Santri

Santri KQ datang dari asal, jurusan, angkatan, pemikiran dan watak yang berbeda-beda. Tapi perbedaan-perbedaan itu tidak menjadi masalah bagi kami untuk melebur dan bersatu. Hingga sampai sekrang grup wa alumni KQ (Darul Fataa allstars) masih aktif dan rame. Berikut sedikit potret tentang watak ciri khas anak KQ :

–  Otw menjadi sholeh

Kalo ada yang berfikir anak KQ itu alim dan sholeh. Kami amini saja. Tapi, sebenarnya kami hanya pemuda yang masih harus banyak berbenah diri untuk menjadi sholeh. Untuk itulah kami bergabung dengan KQ sebagai wasilah.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya (wasilah) dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kalian mendapat keberuntungan.” (QS Al Maidah 35)

Bukan karena kami telah baik kami masuk ke KQ, tapi karena kami belum dan ingin lebih baik kami masuk ke KQ.

–  Aktivis

Walaupun dipenuhi agenda ukhrawi, bukan berarti santri KQ adalah orang-orang yang kuper dan kolot. 90% santri adalah aktivis organisasi di kampus ataupun diluar kampus. bahkan, mayoritas juga dari mereka adalah pentolan di organisasinya. Ada yang jadi kahima, ketum LDJ, kadep himpunan/LDJ bahkan presbem!. Bagi kami, muslim yang sejati bukanlah muslim yang baik untuk dirinya sendiri tapi juga mampu berkontribusi dan mewarnai lingkungannya agar menjadi baik.

–  Prestatif

Walaupun agenda pembinaan dan organisasi para santri sangat padat, bukan berarti santri KQ adalah mahasiswa yang lupa kuliah. Banyak diantara mereka yang IPK nya cumlaud, juara lomba, lanjut studi ke luar negeri, ikut exchange/conference ke luar negeri dsb. Bahkan 3 alumni KQ sudah ada yang menjadi dosen muda di ITS lho.

–  Striker

Jangan pernah menaruh makanan pribadi di kulkas tanpa nama. Kalau kamu ga pengen makananmu hilang tanpa bekas. Di KQ ada aturan makanan/barang tanpa identitas akan menjadi milik bersama. Anak2 KQ biasa memeriksa kulkas secara periodik untuk mencari stock makanan gratisan didalamnya. Dan, maksudnya striker adalah anak KQ akan menjadi liar dan lupa teman saat ada makanan gratisan di kosan.

Nilai-nilai

KQ wasn’t established for nothing. Pasti ada tujuan dan misi yang ingin dicapai. Menciptakan hunian yang baik, kondusif, islami dan produktif itu mungkin menjadi cita-cita para penggagas KQ. Dan selama di KQ ada nilai-nilai yang saya dapat dan masih berbekas hingga sekarang.

–  Istiqomah jaga amal yaumi

The activities above says it all. Kegiatan rutin yang diwajibkan dan sanksi yang dibuat jika melanggar adalah sarana untuk membentuk santri yang istiqomah dalam amal2an harian. Awalnya berat dan terpaksa, tapi lama kelamaan itu menjadi kebiasaan bahkan habit. Teori Aristoteles benar, “we are what we repeatedly do”. Kalo kelewatan sholat berjamaah ada rasa menyesal, kalo sehari belum tilawah kayak ada yang kurang dan mengganjal rasanya. Biasanya sholat shubuh harus pake alarm atau dibangunin, tapi lama-lama otomatis bangun sendiri kalo sudah waktunya.

–  Semangat menuntut ilmu

Pembinaan ba’da shubuh selain sebagai sarana menuntut ilmu juga sebagai penyadaran bagi santri agar jangan lelah dan  malas menuntut ilmu. Selain itu, jika ada jadwal kajian di masjid atau dimanapun biasanya aka nada yang saling mengajak dan menginfokan kepada seluruh santri.

–  Hidup produktif

Dengan agenda yang ketat, kita ditunutut untuk pandai-pandai mengatur waktu agar tidak keteteran membagi waktu antara tugas kuliah, organisasi dan agenda pembinaan. Dan kebisaan memakmurkan waku shubuh dengan interkasi dengan Al Quran dan majelis ilmu ternyata terbukti membuat hari-hari kita menjadi lebih produktif. Rasanya pikiran jadi lebih fresh, tidak malas dan tanpa terasa banyak hal bisa kita selesaikan dalam satu hari itu. Berbeda dengan kalo kita tidur setelah shubuh, biasanya siangnya malas dan kurang produktif.

–  Bertanggung jawab

KQ menganut system dari, untuk dan oleh santri.  Maka, di KQ setiap santri pasti mendapat tanggung jawab selain piket rutin. Ada yang jadi PJ listrik, PJ air, PJ parkir, PJ kegiatan hari A sampe PJ sandal dan jemuran pun ada. Jalannya kehidupan di kosan ditentukan oleh tiap kepala yang tinggal disana. Kalo kita tidak bertanggungjawab terhadap kewajiban kita, misalnya piket. Maka, orang lain akan merasakan akibat buruknya.

–  Bermusyawarah

Family meeting mengajarkan banyak hal pada saya. Dalam keluarga atau komunitas apapun, cara terbaik menyelesaikan atau memutuskan sesuatu adalah dengan musyawarah. Dengan musyawarah keputusan yang diambil inshaa Allah menjadi berkah. Seperti kata murobbi saya, “Hasil/keputusan syuro (musyawarah) mungkin bukan hasil/keputusan terbaik, tapi itu adalah yang paling diridloi Allah”. Karena diridloi Allah maka semuanya akan menjadi baik. Selain itu, musyawarah juga sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menyatukan hati antar anggota keluarga dan menumbuhkan kepercayaan. Setiap santri boleh menyampaikan pendapat atau usulannya, walaupun disana ada SPV sebagai si ketuanya. Seperti Nabi Ibrahim yang meminta pendapat anakya yang masih kecil, Nabi Ismail, saat hendak menjalankan perintah Allah untuk menyembelihnya.

Nilai-nilai itulah yang menurutku sangat penting sebagai pondasi untuk hidup berkeluarga dan bermasyarakat yang sayangnya sudah semakin ditinggalkan. Semoga kelak kami dapat menghidupkannya kembali di tengah keluarga dan masyarakat kami.

Itulah kesan-kesan saya terhadap KQ dan sangat mungkin santri lain punya kesan yang berbeda. Saya amat bersyukur kepada Allah pernah berkesampatan menjadi bagian darinya. Semoga Allah senantiasa memberkahi seluruh unit KQ agar melahirkan generasi muslim yang berkualitas dan mamu menjadi solusi permasalahan umat. Satu lagi, KQ hanya sekedar sarana, baik tidaknya kualitas santri didalamnya juga ditentukan santri itu sendiri, apakah dia berkomitmen menjadi baik atau tidak.

wallahu a’lam

Advertisements