Waktu menunjukkan pukul 10.31, aku bersiap keluar rumah untuk menuju sebuah acara rutin yang aku hadiri tiap sabtu siang. Setelah persiapan selesai, pintu kamar ku kunci dan aku mulai berjalan keluar. Baru berjalan beberapa langkah, HP ku berbunyi. Aku tahu itu adalah bunyi notif dari whatsaap. Takut yang menghubungi adalah rekanku di acara tersebut, langsung saja aku buka pesannya. Ternyata pesan tersebut dari nomor baru karena masih ada button add to contact dan block dibawah. Ternyata nomor itu adalah nomor salah satu LAZNAZ di Surabaya. Beberapa waktu yang lalu aku memang pernah menghubungi LAZNAZ tersebut untuk menyalurkan bantuan yang aku galang bersama rekan-rekan kuliah beberapa waktu sebelumnya. Pesan itu terdiri dari text dan gambar, kubuka gambarnya, seketika itu juga aku langsung berhenti sejenak dan terpanah. Bukan karena gambarnya pesannya, gambar itu cuma berisi info paket donasi untuk program ramadhan mereka. Hal yang membuat aku terpana adalah, bagaimana bisa sudah H-10 hari ramadhan dan aku masih adem-adem saja belum bersiap apa-apa?!.

Ramadhan kali ini akan sangat berbeda dari ramadhan-ramadhan sebelumnya. Selama 4 tahun kuliah, 3 tahun aku selalu terlibat di acara besar kampus selama ramadhan, RDK ITS (Ramadhan di Kampus ITS). Mulai dari jadi OC, jadi OC lagi hingga jadi OC lagi. haha. Biasanya, aura ramadhan sudah terasa sejak 3 bulan sebelumnya dan akan semakin terasa 1 bulan sebelumnya dengan mulai intens-nya aktivitas persiapan. Kajian rutin mulai membahas tema persiapan ramadhan, sekretariat mulai dipenuhi logistik untuk ramadhan, brosur kegiatan yang mulai berserakan, para panitia yang hilir mudik di sekretariat, suara syuro yang bersautan, suara OC menelfon para pembicara yang akan mengisi setidaknya 60 kajian rutin di masjid kampus selama ramadhan, banner dan spanduk yang sudah terpasang disepanjang jalan kampus dan banyak lainnya. Pokoknya semua tentang ramadhan, tak heran jika diri merasa lebih siap menyambut ramadhan.

180 derajat dari tahun-tahun sebelumnya, ramadhan tahun ini akan lebih banyak tantangan. Beraktivitas 9 jam di kantor, jauh dari keluarga dan yang paling terasa adalah sudah tidak lagi berada di lingkungan LDK yang serba kondusif dan sangat menunjang aktivitas ibadah, terutama selama ramadhan.

Peristiwa sms mengejutkan itu membuatku berfikir selama perjalan ke tempat tujuan. Aku harus segera melakukan pemanasan, menyiapkan alat tempur dan segera menyusun siasat agar tidak menyia-nyiakan ramadhan tahun ini yang (mungkin) tidak sekondusif sebelumnya aku jalani.

Semoga Allah membimbing dan memudahkan langkahku..

Advertisements