Bagi kita pengguna jalan raya, pasti sudah sangat akrab dg lampu merah (sebenarnya yang benar adalah lampu jalan, bukan lampu merah :D). Kita harus berterimakasih pada lampu merah karena keberadaannya sangat membantu kelancaran aktivitas kita dijalan. utilitas lampu merah akan semakin meningkat jika kita berada di kota besar dengan volume kendaraan yang sangat tinggi dan mobilitas penduduk yg tinggi pula.

Kita tidak merasa keberatan lampu merah menghentikan perjalanan kita, walaupun kita sedang sangat terburu-buru sekalipun. Para pengguna jalan percaya dan menerima pada prinsip sederhana lampu merah, “berhenti sejenak untuk melancarkan jalan orangg lain, nanti orangg lain pasti akan berhenti sejenak untuk melancarkan jalanmu”. dengan prinsip itu, setiap orang percaya pada sistem yg ditawarkan lampu merah (asumsi pengguna jalan adalah orang yang taat aturan).

Cara kerja lampu merah sebenarnya adalah memanajemen/mengatur keinginan setiap orang. lampu merah melarang tiap pengguna jalan bertindak semaunya. Itu dilakukan bukan untuk menghalangi,tetapi justru untuk memudahkan para pengguna jalan itu sendiri. Bayangkan, saja jika tidak ada lampu merah tiap orang pasti tidak mau mengalah dan tidak saling percaya terhadap orang lain. Akhirnya kesemrawutan akan terjadi dan perjalananpun akan lebih lama.

Dengan prinsip dan cara kerja yang sama Allah mengatur keinginan kita. Allah berkehendak memberi jalan atau memberhentikan dahulu pejalanan hamba-Nya sesuai dengan ilmu-Nya yang Maha Luas.

Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Maka, Allah sebenarnya tidak menghalangi keinginan kita itu, tetapi Allah mengaturnya agar harmonis, sinergi dan baik untuk kita. Jadi tidak usah khawatir atau kecewa jika keinginan kita belum tercapai. Sejatinya Allah sedang mengaturnya dengan sangat indah. Tugas kita hanyalah menyempurnakan ikhtiar dan bersabar.

Kalo pada lampu merah saja kita percaya, lantas kenapa kepada Allah rabb pengatur semesta alam kita ragu?

wallahu a’lam.

Advertisements