Ada yang bilang….

Negara akan hancur jika
pemerintahnya korup,
pengusahanya oportunis dan
akademisinya apatis.

sebagai seorang yang beruntung berkesempatan menjadi akademisi. Tentunya, tak ingin diri dan teman2 di sekitar mendapat predikat apatis.

4 Mei menjadi momen spesial bagi angkatan kami, di tanggal itulah gelar baru disematkan dalam nama kami, 𝝨22. Tahun 2015 menjadi tahun ketiga kami menyandang gelar itu. Artinya, 2 kali sudah kami melewati 4 Mei sejak diangkat. 2 kali pula kami melewati 4 mei dengan perayaan sederhana untuk sekedar bernostalgia atau menumbuhkan alibi untuk kumpul bareng lagi. Acaranya sangat standar dan sangat umum dilakukan. Makrab dengan hiburan dari artis lokal kami, makan/bakar2 dan ritual wajib; foto-foto.

Terus, apa hubungannya intro sama ultah angkatan…?!!

Jadi di momen ultah ketiga angkatan kami, tak ingin rasanya melewatinya dengan acara yang biasa dan standar. Suasananya harus baru, berkesan dan bermakna. Akhirnya, muncullah ide Bhakti sosial untuk menumbuhkan kepekaan sosial dalam diri kami. Setelah jaras dan rapat, dilakukanlah oprec panitia. Gelombang pertama luar biasa, tak ada satu cowok pun yang ikut. (rasanya pengen ngajak tu cowok2 futsal, abis main kasih minum yang udah dikasih obat tidur. Pas mereka tidur, dipakein dah rok sama kerudung ke mereka semua). Dengan sedikit bumbu manajemen konflik dan diplomasi halus. Akhirnya mereka insaf (walaupun msh ada yang g peka. Emang dasar cowok :D). Singkat cerita dipilihlah tanggal 31 Mei sebagai hari pelaksanaannya.

Kami mengundang sebuah panti asuhan dengan sekitar 30 anak di dalamnya. Acara berlangsung sederhana dengan suasana outdoor di tempat yang istimewa; jembatan statistika yang sejuk dan asri (padahal gara2 ga dapet tempat dari jurusan). Materi dan motivasi dari ustadz Naruto yang kocak menambah keceriaan acara. Acara ditutup dengan pemberian donasi kepada anak-anak panti hasil dari penggalangan dana dan jualan yang kami lakukan, serta penyerahan sembako dan pakaian layak pakai kepada kepala panti.

Dengan segala kesederhanaannya, momen ultah kali ini terasa berkesan bagi kami. Memang masih sangat kurang untuk menjadi hujjah agar kami bisa lepas dari predikat apatis. Tetapi semoga ini menjadi ‘intervensi’ kami semua untuk peduli pada saudara-saudara kami yang kurang berutung di negeri ini. jangka panjangnya, semoga kami bisa mendirikan yayasan sosial seperti senior kami 𝝨19 dan 𝝨17.

Aamiin ya robbal ‘alamiin…

Advertisements